Sabtu, 15 November 2014

Lillahi Ta'alal FATIHAH

Surat Al-Fatihah mencakup berbagai macam induk tuntutan yang tinggi. Ia mencakup pengenalan terhadap sesembahan yang memiliki tiga nama, yaitu Allah, Ar-Rabb dan Ar-Rahman. Tiga asma ini merupakan rujukan Asma'ul-Husna dan sifat-sifat yang tinggi serta menjadi porosnya. Surat Al-Fatihah menjelaskan ilahiyah, Rububiyah dan Rahmah. Iyyaka na'budu merupakan bangunan di atas Ilahiyah, Iyyaka nasta'in di atas Rububiyah, dan mengharapkan petunjuk kepada jalan yang lurus merupakan sifat rahmat. Al-Hamdu mencakup tiga hal: Yang terpuji dalam Ilahiyah-Nya, yang terpuji dalam Rububiyah-Nya dan yang terpuji dalam rahmat-Nya.

Surat Al-Fatihah juga mencakup penetapan hari pembalasan, pembalasan amal hamba, yang baik dan yang buruk, keesaan Allah dalam hukum, yang berlaku untuk semua makhluk, hikmah-Nya yang adil, yang semua ini terkandung dalam maliki yaumiddin.

Surat Al-Fatihah juga mencakup penetapan nubuwah, yang bisa dilihat dari beberapa segi:
1. Keberadaan Allah sebagai Rabbul-'alamin.
2. Bisa disimpulkan dari asma-Nya, Allah, yang berarti disembah dan dipertuhankan.
3. Bisa disimpulkan dari asma-Nya, Ar-Rahman.
4. Bisa disimpulkan dari penyebutan yaumid-din.
5. Bisa disimpulkan dari iyyaka na'budu.
6. Bisa disimpulkan dari ihdinash-shirathal-mustaqim.
7. Dengan cara mengetahui apa yang diminta, yaitu jalan yang lurus.
8. Bisa disimpulkan dari orang-orang yang diberi nikmat dan perbedaan mereka dari golongan yang mendapat murka dan golongan yang sesat.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus'. "(Al-Maidah: 77).

Ash-Shirathul-mustaqim adalah jalan Allah. Allah mengabarkan bahwa ash-shirath itu ada pada Allah dan Allah ada pada ash-shirathul-mustaqim. Yang demikian ini disebutkan di dua tempat dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." (Hud: 56).

"Dan Allah membuat perumpamaan: Dua orang lelaki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu pun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, kemana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia beradapula di atas jalan yang lurus?" (An-Nahl: 76).

Karena orang yang mencari ash-shirathul-mustaqim masih mencari sesuatu yang lain, maka banyak orang yang justru menyimpang dari jalan lurus itu. Karena jiwa manusia diciptakan dalam keadaan takut jika sendirian dan lebih suka mempunyai teman karib, maka Allah juga mengingatkan tentang teman karib saat melewati jalan ini. Orang-orang yang layak dijadikan teman karib adalah para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. Mereka inilah orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. Dengan begitu rasa takut dari gangguan orang-orang di sekitarnya karena dia sendirian saat meniti jalan, menjadi sirna. Dia tidak risau karena harus berbeda dengan orang-orang yang menyimpang dari jalan tersebut. Mereka adalah golongan minoritas dari segi kualitas, sekalipun mereka merupakan golongan mayoritas dari segi kuantitas, seperti yang dikatakan sebagian salaf, "Ikutilah jalan kebenaran dan jangan takut karena minimnya orang-orang yang mengikuti jalan ini. Jauhilah jalan kebatilan dan jangan tertipu karena banyaknya orang-orang yang mengikutinya." Jika engkau meniti jalan kebenaran, teguhkan hatimu dan tegarkan langkah kakimu, jangan menoleh ke arah mereka sekalipun mereka memanggil-manggilmu, karena jika sekali saja engkau menoleh, tentu mereka akan menghambat perjalananmu.

Karena memohon petunjuk jalan yang lurus merupakan permohonan yang paling tinggi nilainya, maka Allah mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya bagaimana cara berdoa kepada-Nya dan memerintahkan agar mereka mengawalinya dengan pujian dan pengagungan kepada-Nya, kemudian menyebutkan ibadah dan pengesaan-Nya. Jadi ada dua macam tawassul dalam doa:
1. Tawassul dengan asma' dan sifat-sifat-Nya serta memuji-Nya.
2. Tawassul dengan beribadah dan mengesakan-Nya.

Surat Al-Fatihah juga memadukan dua tawassul ini. Setelah dua tawassul ini digunakan, bisa disusul dengan permohonan yang paling penting, yaitu hidayah. Siapa pun yang berdoa dengan cara ini, maka doanya tidak akan ditolak.

Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata, “Fatihatul kitab, Ummul Qur’an, As-Sab’ul Matsani, kesembuhan total, obat yang bermanfaat, ruqyah sempurna, kunci kekayaan dan kemenangan, penjaga kekuatan, menghilangkan sedih, gundah, ketakutan, kesedihan, bagi orang yang mengetahui kemuliaannya dan memberikan haknya serta menempatkan dengan tepat dalam mengobati suatu penyakit, mengetahui bagaimana cara kesembuhan dan mengetahui rahasia yang terkandung di dalamnya.

dikutip dari kitab madarijus salikin


Selasa, 14 Oktober 2014

Kritik yang Gurih

Anda sering di kritik?

Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting.
Apa coba yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar orang berkata, "Saya ingin mengkritik Anda!". Biasanya, jika seseorang mendapat perlakukan seperti itu, ia akan bereaksi negatif. Seakan-akan kehormatan dan harga dirinya sedang terancam. Ia menganggap kritik sebagai penghinaan yang akan menurunkan harga diri dan mencemarkan nama baiknya

Maka, wajar jika reaksi yang muncul -- entah itu berupa pikiran, perasaan, maupun sikap tubuh -- adalah pembelaan diri. Sulit baginya untuk menerima semua kritikan, apalagi menikmatinya.
Akan tetapi, responsnya akan berbeda jika kita mendengar perkataan, "Saya akan memberi kamu kripik". Spontan, kita akan senang menerimanya. Wajah menjadi cerah. Riang rasanya karena membayangkan akan diberi kripik yang lezat. Kriuk..

Di sinilah perbedaan kata 'kritik' dan 'kripik'. Tetapi, yang terpenting bukan itu. Hal terpenting adalah mengapa kita sampai memunculkan sikap berbeda ketika mendengar dua kata itu? Untuk yang pertama, kita cenderung sungkan menerimanya. Sementara untuk yang kedua, kita malah sering mencarinya. Sebenarnya, masalah kritik dan kripik bisa sama kalau persepsi kita tentang kritik itu kita benahi; bila kata-kata kritik menjadi bagian keseharian yang kita nikmati. Lebih dari itu, kita juga butuh ilmunya sehingga kritik ini menjadi sesuatu yang berarti dan layak kita akrabi.

Dalam menerima kritik, kita memerlukan beberapa trik, sehingga kita bisa menerima kritik tersebut sebagai sarana membangun kemuliaan. Bagaimana caranya?

Pertama, rindukanlah kritik dan nasihat tersebut. Selayaknya, kita bisa memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, dan rindu dinasihati. Seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus. Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa kritik itu penting. Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik akan membuka prestasi, derajat, dan kedudukan yang lebih baik. Dan dengan kritiklah kita bisa tahu kekurangan kita dan memperbaiki diri.

Kedua, cari dan bertanyalah. Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan. Milikilah teman yang mau dengan jujur untuk saling mengoreksi. Tanyalah kekurangan diri pada orang-orang yang dekat dengan kita. Percayalah, semua itu tidak akan mengurangi kemuliaan.

Ketiga, nikmati kritik. Persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai dengan keinginan kita. Ada kalanya isinya benar, namun caranya salah. Tidak ada yang rugi dengan dikoreksi. Jadi, kalau ada yang mengkritik, usahakan untuk tidak berkomentar. Jangan memotong pembicaraan. Apalagi membantahnya. Belajarlah untuk diam dan menjadi pendengar yang baik.

Keempat, syukurilah. Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan terimakasih yang tulus kepada si pemberi kritik. Tampakkanlah raut muka yang sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Sertakan namanya dalam doa-doa kita, terutama bila kita ingat akan kebaikan-kebaikan yang pernah ia berikan.

Kelima, evaluasi diri. Jujurlah kepada diri sendiri ketika menerima kritik. Jangan sibuk menyalahkan pengkritik, atau mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain.

Keenam, perbaiki diri. Buatlah program perbaikan dengan sungguh-sungguh. Jadikan kritik sebagai sarana memperbaiki diri. Jadikan program tersebut sebagai ungkapan rasa syukur terhadap kritik yang datang. Dan jangan lupa untuk minta kepada Allah, sebab perubahan hanya terjadi dengan izin dan kekuasaan Dia.

Selamat menikmati kritik. Semoga kita bisa menikmatinya selezat kripik yang gurih. Kriuk...

Minggu, 10 Agustus 2014

Hanya Plan A, Bukan Yang Lain



“Jika Anda punya lebih dari tiga prioritas berarti Anda tidak punya prioritas.” (Jim Collins)
Biasakan kita hanya memiliki Plan A, gak perlu Plan B atau C
Mengapa? Saat kita fokus hanya pada Plan A maka energi dan perhatian kita akan jauh lebih bertenaga.
Selain itu, pikiran kita akan selalu “dipaksa” agar Plan A berhasil. Tidak terbesit dalam pikiran, “Ah, gak apa-apa gagal, kan masih ada Plan B.” Dengan paradigma hanya ada Plan A, maka saat perencanaan dan pelaksanaan semua energi kita akan fokus untuk menyukseskan Plan A.
Bagaimana bila ternyata Plan A gagal? Maka buatlah Plan A yang baru dan kerahkan semua energi untuk menyukseskan Plan A terbaru tersebut. 
Fokus pada Plan A membuat kita lebih mudah menetapkan prioritas kerja. Dan perlu Anda ketahui, terlalu banyak prioritas adalah salah satu penyebab seseorang tidak mendapatkan apa-apa. Dampak negatif lainnya, bersemangat saat awal namun akhirnya kehabisan energi saat pekerjaan atau kegiatan dimulai. Begitulah mengapa para ahli tidak menyarankan untuk melakukan aktivitas multi tasking.
Saat kita mengerjakan suatu pekerjaan biasakan untuk fokus pada pekerjaan itu dengan proses terbaik dengan harapan mendapat hasil yang terbaik. Mulailah dari hal-hal yang sederhana. Saat sedang diskusi atau ngobrol dengan kawan atau saudara, lakukanlah dengan cara yang terbaik. Jangan biasakan disambi dengan bermain gadget atau menonton TV. Begtu pula saat mengendarai mobil atau motor jangan biasakan sembari SMS atau telepon-teleponan.
Biasakanlah pada Plan A agar Anda terbiasa memperoleh nilai A dalam semua aktivitas yang Anda lakukan. Dalam bahasa agama biasakanlah “khusyu” saat beribadah kepada Sang Maha Pencipta. Kerahkan dan curahkan semua energi untuk menuntaskan apa yang sedang kita lakukan. 
Wallahu a’lam bisshawab…

Jumat, 08 Agustus 2014

Turki, Negeri Dua Peradaban



TURKI adalah sebuah negara yang penuh dengan kekontrasan. Turki merupakan tempat bertemunya tradisi Timur dan Barat, dimana pemandangan reruntuhan dan bangunan kuno bersanding dengan dunia modern, serta kehidupan sekuler dan religius yang berjalan berdampingan.

Tidak ada tempat di dunia ini yang seperti Turki, yang dengan keragamannya menarik banyak wisatawan setiap tahunnya. Keajaiban Turki menyebar di penjuru negaranya. Dimulai dari Istanbul, Ibu Kota negara ini.

Istanbul adalah satu-satunya kota di dunia yang berada di dua benua. Dengan kapal ferry, Anda sudah bisa berpindah dari Benua Asia ke Benua Eropa. Salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi di Istanbul adalah Sultanahmet, sebuah sudut tua di Istanbul dimana terdapat banyak monumen peninggalan Byzantium seperti Aya Sofya. Ada pula masjid dengan arsitektur khas Ottoman, Masjid Biru. Masjid ini, seperti namanya dihiasi 20.000 keramik biru kehijauan dalam interiornya.

Puas mengunjungi tempat-tempat bersejarah di atas permukaan Sultanahmet, jangan lupa melihat ke bawah tanah, yaitu Basilica Cistern. Ini adalah sebuah peninggalan sejarah menakjubkan yang terletak beberapa meter di bawah Kota Sultanahmet.

Seletah melihat sejarah peradaban Turki di Sultanahmet, kalau mau belanja, Istanbul memiliki Grand Bazaar, mal perbelanjaan pertama di dunia. Grand Bazaar sudah ada sejak abad ke-15 dan diisi lebih dari 4.000 toko. Pasar ini menjual barang-barang antik khas Turki dan Timur Tengah.

Pingin beli makanan dan jajanan khas Turki? Coba ke Egyptian Bazaar. Pasar ini juga terkenal dengan nama Pasar Rempah-rempah, yang menjual berbagai macam bumbu, teh, buah-buahan, dan makanan khas Turki.

Kalau ingin melihat toko kontemporer di Turki, Paling mantep ke Istiklal Caddesi, sebuah mal dengan toko-toko dan kafe modern. Ini merupakan tempat dimana anak-anak muda Turki berkumpul menjelang malam hari untuk berbelanja atau sekadar makan bersama teman-teman. Di mal ini juga terdapat bioskop dan butik-butik fashion kelas dunia.

Beranjak dari Istanbul, pergilah melihat reruntuhan Ephesus, salah satu kota bangsa Roma-Yunani di Mediterania Timur yang paling penting. Kota ini merupakan salah satu situs reruntuhan paling kuno di dunia. Kunjungi juga Museum Ephesus, dimana Anda dapat melihat artifak-artifak yang ditemukan di reruntuhan ini. Jika Anda ingin mengunjungi Ephesus, Anda dapat berdiam di Izmir, kota terbesar ketiga di Turki yang hanya berjarak satu jam perjalanan pesawat dari Kota Istanbul.

Setelah Ephesus, pandanglah keajaiban alam Turki lainnya di Cappadoccia. Pemandangan alam Cappadoccia telah lama menarik wisatawan dunia untuk datang, melihat taman raksasa yang terbuat dari gundukan tanah dan batu-batu besar yang mendapat julukan "rumah para peri" ini.

Di Cappadoccia Anda dapat melihat gereja batu tua di Museum Goreme atau menjelajahi kota bawah tanah Derinkuyu dan Kaymakli. Pemandangan subuh di Cappadoccia juga menakjubkan karena saat subuh, ratusan balon udara akan terbang di kawasan ini selama sekira 1-2 jam. Andapun dapat menaiki balon udara tersebut, setelah memesan sebelumnya.

Begitulah segelintir bagian dari Turki, sebuah negara yang memiliki beragama budaya yang kontras, mulai dari Barat hingga Timur, dari masa kuno hingga modern. (dari berbagai sumber)